Selasa, 09 Maret 2021

Pesta alam semesta

Sebenarnya pesta ini ku hadiri pada tanggal 29 Mei 2020.
Maaf baru aku tulis sekarang karena ada beberapa alasan pribadi yang tak bisa ku ungkapkan disini.
Semoga terhibur ya😊


Aku menggunakan gaun terbaik yang aku miliki. Dia menjemputku dengan sepeda motornya. Tak lama kami sampai di tempat acara.
Semua orang menyalami tangan kami memberi selamat dan senyuman hangat.
Acara di mulai jam 10 pagi. Meja panjang dan kursi tertata dengan sangat rapi. Di atas meja yang panjang itu tertata beberapa petak daratan dan beberapa gelas air hujan dan air mata. Ketika seseorang meminum segelas air hujan, maka runtuhlah sepetak daratan dan berjatuhan kelantai.
Setelah kami sarapan, kami sholat Dzuhur di sebuah rumah yang tak jauh dari tempat acara. Orang-orang mulai bertanya...
"Kapan kalian nikah?"
"Kapan kalian jalan bareng?" 
"Bla... Bla... Bla..."
Air yang ku gunakan untuk berwudhu sangat jernih dan bersinar. Tak lama setelah kami sholat kami makan siang.
Lagi...
Sepetak daratan berjatuhan kelantai dan tidak ada yang peduli.
Tuan rumah berkata...
"Daratan hanyalah sepotong kue bolu diatas seember susu."
Kemudian mereka bersulang dengan segelas air mata.

Kamis, 04 Maret 2021

"Ikatan syetan..."

Di tarik oleh ruang dan waktu bukanlah hal yang mudah. Tubuh kita akan mudah melemah karena benturan energi. 
Begitu pula hari ini, saat aku duduk santai baca buku sambil ngemil, aku tertarik olehnya. Tiba-tiba saja aku duduk bersama seorang kakek berjenggot putih. Auranya putih dan hangat. Siapakah?
"Hehehe... Kau terlihat baik-baik saja." Katanya dengan nada senang. 
Aku terdiam berusaha merekamnya di memori otakku.
"Tahukah kamu, bahwa jika kita duduk-duduk bersama orang-orang Sholeh maka terputuslah ikatan-ikatan syetan di tubuh kita." Katanya lagi dengan nada yang sangat bijak. Aku seperti berada di tengah-tengah pengajian.
Tak lama setelah itu aku tertarik oleh energi lain yang sangat tidak nyaman. Aku agak gelisah. 
Tiba-tiba saja aku ada di ponpes tempat aku mondok dulu. Auranya sangat tidak nyaman, gelap. Saat aku masuk dapur ponpes, seseorang menyambutku dengan gembira. Dia berkulit hitam. Laki-laki. Terlihat nakal dan bar-bar.
"Kau siapa?" Tanyaku.
Dia tidak menjawab dan terbang kesana kemari. 
"Aku tahu kamu tadi bertemu dengannya, apa katanya tadi? Duduk-duduk? Wkwkwkwk..."
Dia bisa membaca pikiranku.
Aku melihat pengasuh ponpes lewat. Aku menangis karena merindukannya. 
"Nyai..." Kataku lirih.
Jin laki-laki tadi mengikutinya. Energiku melemah, aku harus kembali.
Segera aku kembali ke kamarku, aku terdiam sejenak dan langsung menghubungi teman-teman pesantren untuk memastikan apa yang tadi kulihat. Kami Vc dan mereka menunjukkan tempat-tempat yang ku minta. Ternyata benar dia ada di sana.

Senin, 01 Maret 2021

Janin

Kembali aku terseret oleh ruang dan waktu...
Selama ini aku menyadari ada bahwa banyak hal yang menakjubkan yang terjadi di sekitar manusia. Diam-diam mereka tak terlihat. Diam-diam mereka mengubah segalanya. Alam.
Ya Alam semesta memiliki kekuasaan penuh pada dirinya dari kutub ke kutub. Alam diizinkan oleh Tuhan untuk bertindak sesuai kebutuhannya. Terlepas dari seluruh makhluk yang hidup di dalamnya. 

Begitu pun yang terjadi padaku. Aku menganggapnya sebagai panggilan Alam. Awalnya ku anggap ini kutukan sekaligus anugrah dari Tuhan. Karena segala sesuatu itu terjadi atas kehendak dan izinnya. 

Suatu hari seluruh tubuhku melemah, dan aku memutuskan untuk tidur. Tak lama setelah aku menutup mata, terdengar suara memanggil-manggil namaku. Semakin keras dan semakin jelas. Segera ku buka mata, karena ku pikir kakakku datang. 
Dan ternyata🥺....
Aku sudah tidak lagi di kamar ku. Aku ada di suatu tempat yang sulit ku jelaskan. Tempat yang memiliki energi yang tidak baik. Kepalaku puyeng. Telingaku berdenging keras. 
Banyak energi datang dan berterbangan di sekitarku. Ada yang tertawa dan yang hanya seperti angin.  
Aku segera membaca Al-fatihah untuk guruku... Setelah selesai membacanya aku langsung terseret ke lain tempat dan waktu. Kali ini aku terseret ke sebuah komplek perumahan. Berkumpul bersama banyak orang dengan perbedaan yang komplek. Dari beda agama, etnis, ras, daerah, dll. 
Setelah semua orang berkumpul, kami mendapatkan sebuah kitab kuning secara otomatis. Tiba2 saja ada kitab di tangan kami masing-masing. Dengan hati yang tidak sabar, aku segera membuka buku itu dan mencanya sampai ketengah halaman.
Disana tertulis dengan hirup Arab tebal yang artinya "jika janin berdoa kepada Tuhannya, maka doanya itu bagaikan syair yang menggugah hati yang mendengarnya." 
Aku membacanya dengan keras hingga semua orang menoleh kepadaku dan tersenyum. Aku tersenyum malu dan ingin segera pulang. Akhirnya terdengar adzan. Segera aku memejamkan mata. Niat untuk pulang. Dan akhirnya aku pulang.


Alhamdulillah.

Jumat, 26 Februari 2021

Sumur tua dan kuno

Pernah ngak sih kamu penasaran apa yang dimakan oleh bangsa halus? Dimana mereka menyimpan sandang pangan mereka? Terdengar konyol sih karena mereka masih nomaden.
Banyak kitab atau buku yang membahas ini, tapi aku pernah menyaksikan satu hal dan aku tidak heran sama sekali. Karena hal ini juga mirip dengan apa yang pernah di lakukan manusia pada zaman dahulu.

Beberapa hari yang lalu, saya duduk di sebuah gang bangunan tua yang agak gelap. Sambil duduk saya main sosmed. Setelah beberapa menit saya duduk, ada seseorang yang duduk di sebelah saya. Saya seperti mengenalnya tapi juga seperti tidak mengenalnya. Ya itu ciri-ciri mereka.
Ia makan sesuatu yang baunya agak menyengat. Seperti burger busuk tapi terbungkus daun sayur. Sejenak bau anyir menyengat hidungku. Seketika aku menyumbat hidungku dengan tangan.
"Kamu makan apa?" Tanyaku dengan nada kurang nyaman.
"Makananlah." Jawabnya sambil tersenyum konyol. 
Rambutnya hitam kemerahan dan panjang. Pakaiannya lusuh dan gelap.
"Kamu mau?" Tawar dia dengan mulut penuh.
"Tidak, terimakasih." Jawabku spontan.
"Kamu ngapain disini? Ayo kita main." Dia langsung menarik tanganku dan berlari keujung gang yang semakin gelap.
Di ujung gang itu ada sungai yang airnya sangat gelap. Di dekatnya banyak pohon dan ada sebuah sumur tua dan kuno dibawah pohon itu. Sumur itu menggunakan timba karet yang bisa di tarik.
Aku mendekati sumur itu dan melihat kedalamnya. Sangat gelap. Lebih gelap dari air sungai tadi. Wanita tadi menurunkan timbanya tak lama kemudian dia menarik timba karet itu dan timba itu berisi makanan yang sama seperti yang dia makan tadi.
"Ini sumur apa?" Tanyaku heran.
"Ini gudang penyimpanan kami." Katanya tertawa cekikikan seperti miskun pada umumnya.
Bau anyir menusuk hidungku. Aku muntah dan kehabisan energi. Segera aku meletakkan tangan kanan didada dan baca bismillah. Aku pergi dari tempat aneh itu.

Rabu, 24 Februari 2021

tenggelamnya 6 kapal

kakiku berjalan lebih cepat saat aku menyadari aku berada di tempat yang tidak seharusnya.
tekadku untuk pulang lebih kuat saat jalan setapak tak ku rasakan di telapak kakiku.
tanpa ku sadari perjalanan ini semakin menjauh saja. aku hanya ingin pulang. 
tak jauh dari pohon-pohon besar di sampingku, kulihat pantai. air laut yang tadinya surut tiba-tiba pasang dengan cepat. beberapa kapal yang datang menjemputku tenggelam satu persatu. dari barat satu dan lima dari timur. semua tenggelam bersama pengemudinya. aku memanggil-manggil nama perahu untuk menghindar tapi kapal-kapal itu tenggelam satu persatu. air laut sangat bening dan dalam, sampai aku bisa melihat pasir di bawahnya bahkan dari kejauhan. 
beberapa penduduk pergi menggunakan perahu kecil... aku mondar-mandir di jembatan sambil berdoa memohon pertolonga. tak lama kemudia sesosok wanita menggunakan perahu kecil lewat, lebih kecil dari perahu-perahu yang lain. ku panggil ia, "hei, aku mau numpang." dia pura-pura tidak dengar. tiba-tiba seorang pria yang juga menggunakan perahu di belakangnya memanggilnya "hei, riya bilang mau numpang." katanya setengah emosi. lalu wanita itu menepikan perahunya di dekatku. aku naik dan anehnya perahu kecil ini tidak tenggelam dan sangat cepat berjalan diatas air. beberapa orang pun melakukan hal yg sama denganku.
alhamdulillah aku berhasil pulang ke kos.
hal yang ku ingat di benakku sesaat adalah "hal besar selalu jauh dan sulit di dapat, tapi hal kecil banyak sekali disekitar kita, dan mudah didapat bahkan lebih berguna."

Selasa, 23 Februari 2021

suatu tempat

pernah ngk sih kamu nyasar di suatu tempat? kamu seperti kenal tempat itu tapi kamu juga seperti tidak kenal dengan tempat itu.
kamu tidak tahu bagaimana bisa kamu sampai di tempat itu, kamu juga tidak tahu bagaimana cara pulang dari tempat itu.
jika kamu pernah mengalaminya kamu pasti tahu rasanya, bagi yang tidak mengalaminya semoga selamat dari perkara ini.
tapi akan menjadi berbeda jika pengalaman nyasar kamu penuh dengan hal fantastik dan tidak masuk akal. kamu melihat banyak hal seolah kamu pergi ke suatu tempat yang sangat berbeda dari tempatmu saat ini.
kau tak akan menemukan apa yang kamu cari disana, tapi kamu selalu menemukan apa yg tidak kamu inginkan. istimewanya di tempat ini, jika kau berdoa dengan sepenuh hati, doa-mu langsung terkabul.
Ya, ini memang seperti dongeng dan sangat tidak masuk akal. kau tak perlu percaya, karena kenyataan tak akan berubah.
saya minta maaf tapi tempat ini benar-benar ada.
tempat ini adalah tempat yg menguras energi, jika tidak kuat kau akan kembali seperti habis puasa 7 hari tanpa berbuka dan makan sahur atau bahkan kamu bisa mendadak sinting. tapi jika kamu kuat, kamu akan baik-baik saja. Everything is well.

Kamis, 18 Februari 2021

pengantin

sepasang pengantin baru 
tampan dan cantik
tapi sudah menerima ujian yg begitu berat
anak panah beterbangan mengincar nyawa sang istri
sedang badai siap menghancurkan
semoga Allah menambah kesabaran dan ketabahan dalam hatimu dan semoga Allah angkat derajatmu. aaamiiin