Satu majelis dengan orang-orang Sholeh adalah sebuah rezeki yg barokahnya luar biasa.
Begitupun kali ini. Saya satu majelis dengan guru saya.
Beliau menunjukkan puluh ribuan pasukan Allah dari bangsa jin dan dua lokasi pasukan itu berada. Kemudian beliau juga menunjukkan lokasi pasukan jin kafir berada. Ketiga lokasi itu memiliki aura dan tekanan dimensi yang sangat kuat dan berbeda.
Beliau menawari saya menjadi mediator untuk menaklukkan jin banyuwangi yg terkenal ganas.
"Rencana saya mau menjinakkan jin banyuwangi Neng. Gmn menurut kamu?".
"Yai, saya sami'na wa atho'na." Jawab saya sambil tersenyum dan menundukkan badan.
Tak lama setelah itu saya pulang di tengah perjalanan ada keributan. Keributan itu datangnya dari sebuah rumah yg lumayan besar, rumah yg lumayan mewah. Seorang wanita telah diserang genderuwo yg ganas. Aku berusaha bicara dengan dendoruwo itu.
"Kamu tidak usah ikut campur, ini urusanku." Jawabnya dengan nada sombong.
"Kenapa kau menganggu manusia? Apa kau sudah bosan hidup?" Tanyaku.
"Sudah ku bilang jangan ikut campur." Katanya sekali lagi dengan nada angkuh.
Selama 3 hari hari aku menunggu dan berdoa agar ia melepaskan wanita yg ia kurung di kamar itu.
Tak lama setelah itu seseorang mengabarkan bahwa wanita itu sudah meninggal. Segera aku berlari dan mendobrak pintu kamar dimana wanita itu di kurung. Bahkan di akhir hayatnya, genderuwo itu memperkosa wanita itu sampai meninggal. Wanita itu dalam keadaan telanjang.
Aku menangis dan merasa gagal menolong seseorang. Bagaimana bisa aku makan enak sedang seseorang kehilangan nyawanya.
Genderuwo itu membalikkan badan dan mencari ku. Aku segera berlari dan masuk kamar sebelahnya, ku buka lemari yg ada di sana. Tak kusangka, sorban LDNU yg Babah sun berikan padaku ada di sana. Segera sorban itu ku pakai di kepalaku. Genderuwo itu tidak bisa melihatku.
Dengan badan lemas aku menghadiri pemakaman wanita itu. Seseorang menawariku minuman, aku meminumnya. Mereka bilang itu alkohol yg memabukkan. Tapi aku tidak merasa mabuk, aku hanya ingin pulang. Aku segera berdiri untuk pulang.
"Riya, kau sudah mabuk?" Tanya orang yg menawariku minum tadi.
Aku hanya tersenyum dan berkata dalam hati "bagaimana bisa Sukma ku mabuk? Dasar goblok." Lalu aku pulang. Sesampaikan di kamar aku membuka hp untuk melihat jam. Jam 4 dini hari.
Sampai saat ini aku masih bertanya-tanya siapakah wanita itu?😭
Tidak ada komentar:
Posting Komentar